Pages

ANEKDOT INDONESIA LAWAK KLUB


Tak selamanya yang berhak bicara di depan umum adalah orang yang punya jabatan tinggi. Karena saat ini, siapapun bisa mengemukakan pendapatnya di depan umum, termasuk juga pelawak. Iya, bahasan kali ini menyakut tentang pelawak, khususnya di Indonesia. Pelawak merupakan salah satu seniman, sama seperti penyanyi, pemusik, dan sebagainya, yang salah satu tujuannya adalah menghibur. Bicara Indonesia, sudah banyak melahirkan para pelawak. Sebut saja pasukan pelawak yang cukup terkenal hingga saat ini adalah Dono, Kasino, Indro, atau akrab disebut Warkop DKI, dan masih banyak lagi para pelawak lainnya, baik yang sudah lama berkecimpung di dunia komedi, atau yang masih baru namun juga menyegarkan.

Bicara tentang pelawak pula, ada salah satu acara yang hingga kini masih tayang. Alasan kenapa acara tersebut masih tayang sederhana saja, karena bagus. Acara itu pula yang merupakan kesukaan saya pribadi, diantara acara-acara lawakan yang hadir saat ini. Acara yang dimaksud adalah Indonesia Lawak Klub.


via twitter @LawakKlubTrans7

Indonesia Lawak Klub atau yang disingkat menjadi ILK adalah tayangan yang hadir di Trans 7 tiap Senin dan Selasa pada pukul 20.30 WIB ini punya keunikan tersendiri. Ditengah maraknya acara-acara yang berbau komedi ditampilkan dalam bentuk panggung, justru ILK tampil berbeda. Konsep dari acara ILK ini adalah perdebatan. Hadirnya acara ILK dengan membawa cara berkomedi yang terbilang baru ini tentu saja mendapat perhatian publik.

Dibawakan oleh Denny Chandra yang juga terbilang senior, dengan kalimat pembuka acara yang khas, kira-kira seperti ini,
Apa kabar pemirsa Trans 7 dimana pun anda berada? Senang sekali saya Denny alias Chandra, bisa bersama-sama dengan anda di ILK, Indonesia Lawak Klub. Malam hari ini, bersama-sama dengan para panelis yang sangat kritis dalam menganalisis, dan juga bijak dalam mengajak, akan membicarakan ...
Setelah beberapa kalimat diucapkan oleh beliau, maka perdebatan pun dimulai. Biasanya para pelawak yang hadir pada saat itu, dibuat seolah-olah mewakili suatu organisasi. Tapi bedanya, organisasi itu punya kepanjangan dan kependekkan yang bersifat komedi. Lalu siapa saja yang melakukan perdebatan di acara ILK? Bagi para penonton setia ILK pasti sudah bisa menebak, kira-kira siapa yang akan hadir sebagai panelis di acara ILK.

Cak Lontong salah satu yang menjadi panelis di acara ILK. Dengan bermodalkan survei-survei yang sangat konyol, bahkan nyokol ini, bisa menghibur para penonton. Kekonyolan survei beliau karena tiap melakukan survei tentang suatu hal, angkanya selalu saja aneh. Sudah aneh ditambah pula dengan pertanyaan dan pernyataan yang sangat membuat bingung seseorang apabila mendengarnya. Tapi itulah ciri khas dari pelawak yang berpostur tinggi besar ini.

Lanjut, barisan panelis lainnya diisi oleh Jarwo Kwat. Beliau merupakan salah satu personil dari grup lawak Diamor. Dengan wajah yang tak jauh beda dengan dahulu, beliau tetap membawakan lawakan-lawakan yang segar. Bagaimana tidak, kelucuan yang beliau buat kadang-kadang terkesan memaksa, namun disitulah letak lawakannya. Hingga orang yang mendengar sekaligus memperhatikan raut wajahnya bisa tertawa. Tapi saya tidak tahu, apakah tertawa karena terhibur, atau tertawa karena melihat "penderitaan" Pak Jarwo tadi. Dan Pak Jarwo ini merupakan salah satu panelis yang sering sekali sulit untuk mengontrol emosinya (sebenarnya si tidak seperti itu, ya kan pak?). Beliau adalah salah satu panelis yang sering sekali mendapatkan keusilan dan kejahilan. Tapi sekali lagi, Pak Jarwo dengan bijak membuat hal seperti itu menjadi sebuah lawakan.

Orang dibalik seringnya Pak Jarwo merasa tertindas di ILK adalah rekan setimnya di Diamor, Komeng. Komeng adalah panelis di ILK yang paling usil, jahil, tapi tetap menghibur. Tidak seperti para panelis lainnya yang mewakili suatu organisasi atau semacamnya, Komeng justru hadir sebagai Komengtator, tidak ada kesalahan dalam penulisan itu. Komeng yang sering kali berkata tanpa disuruh, atau mengambil bagian orang dalam hal ini lebih sering adalah bagian Pak Jarwo yang diambil, juga plesetan secepat kilat yang dilakukannya memmbuat siapapun pasti tertawa, bahkan mungkin bisa terbahak-bahak. Lawakan yang tanpa pikir namun cerdas ini yang membuat Komeng seolah-olah seperti striker di dalam tim sepak bola.

Panelis tidak hanya datang dari lanang, tapi juga hadir disana sosok wanita. Cici Panda atau yang sering terdengar oleh para penonton Cipan ini, punya gaya yang berbeda. Tidak sama seperti panelis lain yang pembawaannya bercanda, Cipan lebih bersifat intelektual. Tapi namanya juga ILK, Cipan pun terkadang memasukan unsur komedi ke dalam pernyataannya. Yang paling diingat dari beliau adalah melakukan jual beli di tengah perdebatan. Dan langsung saja, para panelis yang lainnya pun ikut masuk kedalam lawakannya tersebut, semisal menanyakan harga, atau bertanya hari senin berapa? Serius tapi santai mungkin itulah Cipan.

Juga hadir disana Ronald Surapradja. Bisa dibilang beliau adalah salah satu panelis yang cerdas selain Cipan tadi. Bagaimana tidak, dengan gaya penyampaian yang terkesan formal serta penuh kewibawaan (ditambah juga kumis dan janggut yang proposional) membuat beliau tampaknya cerdas. Hal-hal yang disampaikannya pun terbilang informatif. Tapi Ronald tetaplah Ronald, dimana pun beliau hadir, tentu saja membawa komedi. Di ILK sendiri, Ronald Surapradja hadir dengan lawakan yang juga berbeda dari lainnya. Menggunakan bahasa asing dalam penyampaian pendapatnya adalah ciri dari beliau. Bukan bahasa Inggris yang dipilih, melainkan bahasa Arab, Perancis, Italia, Belanda dan mungkin masih ada lagi yang lain. Dengan omongan bahasa asing yang dibuat ngaco, menghasilkan lawakan yang terbilang cerdas pada masa kini. Dan tentu saja, suara tawa dari penonton dan para panelis yang hadir adalah imbalan yang didapatkannya.

Tak jarang pula ada Rico Ceper memeriahkan ILK. Sama seperti Pak Jarwo, Om Rico Ceper ini juga kerap kali menjadi orang yang "tertindas" di ILK. Siapa lagi kalau bukan Komeng lah yang mengawali "penindasan" Om Rico Ceper di ILK. Tampaknya peran Om Rico Ceper di ILK adalah sebagai bahan lawakan para panelis lain. Tapi disitulah letak komedinya, Om Rico Ceper dengan bijak menyikapi hal tersebut. Dan hasil yang didapat adalah tepuk tangan diiringi dengan suara tawa dari penonton.

Ada juga Akbar yang mengisi ILK. Pria yang dijuluki di ILK sebagai pangeran kegelapan ini memang lucu. Dengan suara khasnya yaitu cempreng, sering kali diejek oleh panelis lainnya, terutama Bang Komeng. Namun itu yang menjadi keistimewaan dari beliau. Karena tak ada yang memiliki suara cempreng diantara panelis lain selain Akbar. Maka ingat, bila ada suara cempreng itu berarti Akbar hadir.

Dan wanita lain yang hadir selain Cipan sebagai panelis adalah Fitri Tropika. Sama seperti Cipan, Fitri Tropika juga punya sebutan khusus yaitu Fitrop. Lebih terdengar enak dan mudah untuk disapa, disebut, dan sebagainya. Memulai pernyataan dengan kata seventeen years old, Ciimaahii, membuat beliau menjadi beda sendiri diantara panelis lainnya. Dan kata-kata puitis indah nan bijak serta eksotis yang gokil abis (meniru gaya Fitrop) adalah ciri lain dari wanita ini. Kerap kali dikesempatan berbicaranya diselipkan kata-kata yang bijak, atau mungkin terlampau bijak. Maka tak jarang, yang menonton bisa saja mendapat inspirasi dari perkataan beliau.

Selain beliau-beliau tadi, sesungguhnya masih banyak pelawak yang hadir menghibur pemirsa semua. Narji, Wendi, Pak Marwoto, Pak Dedi "Miing" Gumelar, Abdel, Boris, Arie kriting, dan masih banyak lagi, bahkan sangat banyak yang tidak bisa disebutkan. Beliau-beliau juga hadir dengan pernyataan yang lucu dan menghibur, serta memiliki gaya dan ciri khas masing-masing.

Tapi bukan berarti acara ILK hanya sekadar guyonan belaka. Kalau kita cermati baik-baik, ditiap perkataan yang disampaikan para panelis, selalu tersirat atau tersurat hal-hal yang sifatnya sangat informatif, dan tak jarang pula ada saja pernyataan walaupun lucu tapi "menyentil".

Pada akhirnya, sesi debat ini ditutup oleh satu-satunya pria yang tidak asli di ILK. Tugasnya sebagai NoTulen di acara ILK, beliau adalah Kang Maman. Bercirikan bagian atas kepala tanpa rambut, dan dengan sigap berdiri sesaat Kang Denny menyatakan "waktunya Kang Maman". Iya, beliau hadir di tengah-tengah kekonyolan yang sudah dibuat oleh para panelis dari awal acara hingga menjelang akhir acara, untuk menyimpulkan apa isi percakapan pada saat itu. Menyampaikan kepada kita semua dengan baik, benar, serta bijak adalah kegemaran beliau. Tak jarang pula saat beliau menyampaikan hal-hal yang bersifat emosional seperti kesedihan, maka pendengar bisa ikut merasakan kesedihan tersebut. Beliau hadir untuk memberitahu kepada kita semua, bahwasanya lelucon pun bisa menjadi penambah wawasan.

Dan itulah sepenggal cerita dari acara ILK. Acara yang bersifat komedi namun sesungguhnya punya makna yang sangat mendalam. Menghidupkan kembali kesadaran kita dengan lelucon, bukan dengan amarah.

Bagi saya pribadi, ILK adalah Ini Lawakkan Ku.

Sampai jumpa kembali di ILK yang akan datang, mohon maaf dan terima kasih.

Fariz Anshar

Perkenalkan, saya Fariz Anshar. Pria yang mencintai sepakbola dan penggemar sejati Manchester United. Dan Lenga Indonesia merupakan cara saya untuk menyalurkan kecintaan saya yang lain, yaitu menulis. Terima kasih sudah berkunjung.

1 komentar: